Jumat, 17 Desember 2010

TULISAN TERBARU SAYA

________________________________________________

BERANDA :: ALAMAT :: POS-EL :: TELEPON :: BUKU TAMU

_________________________________________________

Tanah Ini Basah, tapi Kering ..............Karya Mahmud Jauhari Ali



kemarin sore sebuah layar abu-abu hitam dibentang

dan kami masih berbaring di atas tilam

bersenda gurau bersama

ditemani bantal dan guling cinta

lalu jalan-jalan mendadak basah

kilat-kilat menyambar

guntur menghamburkan suara parau

angin pun bergumuruh menyentuh tubuh


air-air bermain di atas atap

kemudian ruang-ruang seketika redup

sementara jantungku terkejut di samping bekas kolam ikan

dan kulihat dia terbaring mendekap gelap


lalu kami menggelinding di jalanan yang basah itu

berkali-kali ada banjir yang menggenang

mengerucutkan kesenangan di ambang senja

dan aku teringat dengan taman anggur

di dalamnya ada selia dan para salitiy berpakaian rapi

mereka tak kenal kesakitan bunga-bunga layu

mereka menari

bahkan bernyanyi lagu-lagu mewah di bawah atap megah


aku berpikir,

mengapa mereka masih berpesta lembaran uang di sana

mempermainkan hukum dan mempersoalkan hal-hal tak penting

sedangkan di sini jalan-jalan masih bergenang-genang luka

sungai-sungai keruh dan ditumbuhi rumah-rumah kumuh

listrik ditelan penjualan ke tanah asing

minyak rakyat langka

dan ada ide lucu,

akan dibangun patung monyet di tengah ibukota kami


tanah ini memang sapi betina berbadan gemuk berwajah tirus

diperah dan mengalirkan kenikmatan ke taman anggur

dan kata-kata cinta berujung kekosongan belaka bagi mereka

semuanya hanya mata panah yang membenturi batu-batu cadas

tak berarti

lalu patah

hilang silih berganti

dan kami pun masih didekap hujan dan banjir anyir di tanah sendiri


Tanah Bornoe, 10 Desember 2010

1 komentar:

  1. Ini memang keren. Kadang sebuah tulisan bisa menjelma virus, dan melahirkan tulisan lain bagi pembacanya. :)

    BalasHapus

SILAKAN ANDA BERKOMENTAR!